BREBES, FESBUKER BREBES — Brebes Expo 2026 telah berakhir. Namun, setelah panggung hiburan dibongkar dan aktivitas pameran kembali normal, ada satu catatan yang menarik untuk melihat dampak kegiatan tersebut: uang yang berputar selama pelaksanaan Expo diperkirakan mencapai Rp3,5 miliar.
Angka tersebut merupakan estimasi omzet pedagang dan pelaku UMKM secara keseluruhan selama rangkaian Brebes Expo dan pasar malam. Pada saat yang sama, jumlah pengunjung tercatat lebih dari 25 ribu orang.
Bagi Brebes, angka tersebut tidak sekadar menunjukkan ramainya sebuah event. Di balik ribuan orang yang datang, ada aktivitas jual beli, produk lokal yang ditawarkan, pedagang yang mendapatkan pembeli, serta pelaku usaha yang memperoleh kesempatan bertemu langsung dengan calon konsumen.
Bukan Hanya Soal Pameran
Brebes Expo 2026 digelar di Kompleks GOR Sasana Krida Adhi Karsa Brebes dan melibatkan sekitar 225 pelaku UMKM dan IKM, selain peserta pameran dari perangkat daerah, BUMN/BUMD, dunia usaha, dan mitra kegiatan lainnya. Tingginya antusiasme masyarakat bahkan membuat pelaksanaan Expo diperpanjang satu hari.
Kondisi tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah kegiatan yang awalnya hadir sebagai ruang pameran pembangunan dan potensi daerah dapat berkembang menjadi titik pertemuan antara masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, dan konsumen.
Masyarakat datang untuk menikmati hiburan, melihat berbagai produk dan potensi daerah, sekaligus berbelanja. Di sisi lain, pelaku usaha mendapatkan ruang untuk memperkenalkan produk mereka secara langsung.
Di sinilah nilai ekonomi sebuah event menjadi menarik untuk dilihat.
Ketika seorang pengunjung membeli makanan, produk kerajinan, pakaian, oleh-oleh, atau menggunakan jasa dan wahana yang tersedia, terjadi transaksi yang memberikan pemasukan kepada pelaku usaha. Jika aktivitas tersebut berlangsung ribuan kali selama beberapa hari, dampaknya kemudian terakumulasi menjadi angka miliaran rupiah.
Rp3,5 Miliar Bukan Sekadar Angka
Estimasi omzet Rp3,5 miliar tentu tidak berarti setiap pelaku usaha memperoleh bagian yang sama. Besaran pendapatan masing-masing pedagang sangat bergantung pada jenis produk, posisi stan, jumlah pembeli, harga produk, serta tingkat permintaan selama Expo berlangsung.
Karena itu, angka Rp3,5 miliar lebih tepat dibaca sebagai gambaran besarnya aktivitas ekonomi yang tercipta selama kegiatan, bukan sebagai keuntungan bersih yang diterima para pelaku UMKM.
Justru di titik inilah keberlanjutan menjadi penting.
Pertanyaannya kemudian bukan hanya apakah Expo berhasil menghasilkan omzet besar, tetapi juga:
Apakah pelanggan yang datang selama Expo akan kembali membeli produk tersebut setelah acara selesai?
Jika jawabannya iya, maka manfaat Expo tidak berhenti ketika gerbang pameran ditutup.
Pelaku UMKM bisa mendapatkan pelanggan baru, memperkenalkan merek mereka kepada masyarakat yang lebih luas, sekaligus membangun pasar yang dapat dikembangkan setelah event berakhir.
Tantangan Berikutnya: Jangan Sampai Ramainya Hanya Sesaat
Brebes memiliki banyak produk lokal dan pelaku usaha yang membutuhkan akses pasar. Karena itu, event seperti Expo dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk mempertemukan produk lokal dengan konsumen.
Namun, tantangan berikutnya adalah bagaimana momentum tersebut diteruskan.
Pelaku UMKM tidak cukup hanya mengandalkan keramaian event. Produk perlu terus diperbaiki, kemasan ditingkatkan, pemasaran digital diperkuat, dan pelanggan yang diperoleh selama Expo perlu dijaga agar berubah menjadi pelanggan tetap.
Hal tersebut sejalan dengan harapan Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma agar pelaku UMKM dan IKM tidak berhenti bergerak setelah Expo selesai, tetapi terus meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan teknologi, dan memperluas pasar.
Dari Expo Menuju Ekosistem Ekonomi Lokal
Brebes Expo 2026 akhirnya memberikan sebuah gambaran sederhana: keramaian masyarakat dapat menjadi energi ekonomi ketika dipertemukan dengan aktivitas usaha.
Lebih dari 25 ribu orang datang. Sekitar 225 pelaku UMKM dan IKM ikut mengambil bagian. Dan dari rangkaian aktivitas tersebut, omzet pedagang dan pelaku usaha diperkirakan mencapai Rp3,5 miliar.
Kini, pekerjaan berikutnya adalah memastikan bahwa manfaatnya tidak ikut berakhir ketika Expo selesai.
Sebab keberhasilan sebuah pameran bukan hanya tentang seberapa ramai orang datang, tetapi juga seberapa jauh keramaian tersebut mampu meninggalkan pasar, pelanggan, pengalaman, dan peluang baru bagi masyarakat Brebes.
Brebes Expo boleh selesai. Tetapi perputaran ekonomi dari produk-produk Brebes seharusnya terus berjalan.
Editor - Ahmad Ryanto
